Senin, 21 Juni 2021

 

NAMA                                    : Dedek Kamaruddin

NIM                                        : 1707903034

JURUSAN/STAMBUK         : Administrasi Publik / 2017

MATA KULIAH                   : Teori Administrasi Publik

 

  •       Jelaskan definisi administrasi dalam arti luas
  •       Jelaskan definisi administrasi dalam arti sempit
  •       Jelaskan paradigma Old Public Administration dalam konteks manajemen publik kontemporer
  •       Jelaskan bagaimana kinerja birokrasi di era Desentralisasi

 

Definisi Adminitrasi Dalam Arti Luas

Secara etimologis atau asal kata, administrasi berasal dari Bahasa Inggris “administration”, dengan bentuk infinitifnya to administer yang diartikan sebagai to manage (mengelola). Administrai juga dapat berasal dari Bahasa Belanda “administratie”, yang memiliki pengertian mencakup tata usaha, manajemen dari kegiatan organisasi, manajemen sumber daya. Dari pengertian tersebut, administrasi mempunyai pengertian dalam arti sempit dan arti yang luas.Dalam artia lias administrasi di artika dalam bentuk kerja sama antara satu atau dua orang lebih yang memiliki tuujuan dan visi yang sama

Administrasi diartikan sebagai suatu proses pengorganisasian sumber-sumber sehingga tugas pekerjaan dalam organisasi tingkat apa pun dapat dilaksanakan dengan baik. Proses administrasi akan melaksanakan tiga fungsi utama yang berhubungan erat dengan tiga tingkatan umum dalam hierarki formal. Di tingkat atas, yaitu fungsi pengarahan organisasi, terutama berkaitan dengan proses perencanaan jangka panjang dari suatu tujuan yang akan dicapai. Di tingkat menengah, yaitu fungsi manajemen organisasi, terutama berkaitan dengan upaya mempertahankan organisasi sebagai suatu pekerjaan yang terus berlangsung lama, ilim yang diperlukan oleh staf teknis atau profesional yang terlibat dalam proses produksi (hasil), Di tingkat bawah adalah fungsi pengawas. Dalam kontak langsung dengan pekerja-pekerja profesional dan teknis, fungsi pengawasan mengarahkan penggunaan sumbersumber serta menjalin agar kegiatan-kegiatan profesional dan teknis dilaksanakan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan. ( Sahya Angara ,2012, hal 11)

Handayaningrat dalam bukunya Pengantar Studi Ilmu Administrasi dan Manajemen (2002:2). Administrasi dalam arti luas yaitu : Leonard D. White dalam bukunya Introduction to The Study of Public Administration mengatakan :Administration is a process common to all group effort, public or private, civil or military, large scale or small scale... etc. (Administrasi adalah suatu proses yang pada umumnya terdapat pada semua usaha kelompok, negara, swasta, sipil, atau militer, usaha besar atau kecil, dan sebagainya).

Di dalam proses administrasi pada umumnya memerlukan dua orang atau lebih dan kelompok yang terdiri dari kelompok-kelompok yang berada dalam suatu negara, yang bekerja di bidang swasta, bidang sipil atau bidang militer yang bekerja sama dalam suatu organisasi untuk mencapai tujuan yang ditentukan sebelumnya. William H. Newman dalam bukunya Administrative Action mengemukakan bahwa : Administration has been defined as the guidance, and leadership and control of the effort of a group of individuals towards some common goal. (Administrasi didefinisikan sebagai bimbingan, kepemimpinan, dan pengawasan dari usaha-usaha kelompok individu-individu guna tercapainya tujuan bersama).

Definisi tersebut menjelaskan administrasi memerlukan sebuah kerja sama antara dua orang atau lebih ataupun kelompok-kelompok kepentingan tertentu yang mengadakan pertemuan antar kelompok-kelompok tertentu agar dapat menyelesaikan tujuan bersama. The Liang Gie (2009:9) dalam bukunya adminstrasi perkantoran modern mengatakan bahwa : “Administrasi secara luas adalah serangkaian kegiatan yang dilakukan oleh sekelompok orang dalam suatu kerjasama untuk mencapai tujuan tertentu.” Administrasi secara luas tersebut menjelaskan bahwa serangkaian kegiatan yang memerlukan proses kerja sama dan bukan merupakan hal yang baru karena dia telah timbul bersama-sama dengan timbulnya peradaban manusia.

Menurut Siagian (2008:2) dalam buku Filsafat Administrasi mengatakan: “Administrasi adalah satu keseluruan proses kerjasama antara dua orang manusia atau lebih yang didasarkan atas rasionalitas tertentu untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan sebelumnya.” Jadi, dapat disimpulkan dari beberapa pengertian tentang administrasi oleh pendapat para ahli di atas bahwa pada dasarnya administrasi merupakan kegiatan dua orang manusia atau lebih yang didasarkan atas rasionalitas tertentu melalui suatu kerjasama di dalam suatu organisasi untuk mencapai suatu tujuan yang telah ditentukan sebelumnya.

Pengertian administrasi dalam arti luas menurut ahli lainnya, yaitu Ismail Nawawi ( 2009:35). mengatakan bahwa: “administrasi dalam arti luas adalah proses rangkaian kegiatan terhadap pekerjaan pokok yang dilakukan oleh sekelompok orang secara dinamis dalam kerjasama dengan pola pembagian kerja untuk mencapai sasaran dan tujuan tertentu yang rasional, secara efektif dan efisien”. Pendapat dari Ismail Nawawi ada kesamaan dengan pendapat dari Sondang P. Siagian mengenai kerja sama yang dilakukan untuk mecapai suatu tujuan bersama.

Berdasarkan pengertian mengenai administrasi menurut para ahli, administrasi dalam arti luas dapat dikatakan sebagai proses kerjasama yang meliputi sebuah system melibatkan sedikitnya dua orang atau lebih untuk mecapai saasaran atau tujuan yang sudah ditentukan sebelum mereka memulai kegiatan

 

Administrasi dalam Arti sempit

Istilah administrasi sering kita dengar terlebih dalam bidang yang berurusan dengan catat-mencatat, pembukuan, surat-menyurat, pembuatan agenda, dan sebagainya Tata usaha juga sering diartikan sebagai kegiatan yang berkaitan dengan tulis menulis/mencatat, menggandakan,  menyimpan, atau yang dikenal dengan clerical work (Silalahi, 2013 : 5). Ilmu mengenai administrasi dalam instansi pemerintahan atau suatu perusahaan sangat diperlukan untuk menunjang dalam pelaksanaan kegiatan pemerintah atau perusahaan. Apabila dalam suatu instansi pengelolaan administrasinya baik ,maka instansi tersebut juga akan dapat berjalan dengan baik.Maka untuk itu dalam konsep nya administrasi memilki berbagai tafsiran yang berbeda jika di lihat dari sudut pandang sempit , yang mana sudah di cetuskan oleh beberapa ahli    Menurut Handayaningrat (2002:2) dalam bukunya Pengantar Studi Ilmu Administrasi dan Manajemen sebagai berikut : Administrasi secara sempit berasal dari kata Administratie (bahasa Belanda) yaitu meliputi kegiatan cata-mencatat, suratmenyurat, pembukuan ringan, ketik-mengetik, agenda dan sebagainya yang bersifat teknis ketatausahaan (clerical work). Dari definisi tersebut dapat disimpulkan administrasi dalam arti sempit merupakan kegiatan ketatausahaan yang meliputi kegiatan cata-mencatat, surat-menyurat, pembukuan dan pengarsipan surat serta hal-hal lainnya yang dimaksudkan untuk menyediakan informasi serta mempermudah memperoleh informasi kembali jika dibutuhkan

Pengertian administrasi dalam arti sempit menurut Prajudi Atmosudirdjo (dalam Ayub, 2007:30) adalah “tata usaha atau office work yang meliputi kegiatan catat-mencatat, tulismenulis, mengetik, korespodensi, kearsipan, dan sebagainya”. Selain menurut Prajudi Atmosudirdjo ada pendapat lain mengenai administrasi dalam arti sempit. Menurut Ismail Nawawi (2009:33) administrasi dalam arti sempit adalah “mencatat setiap komponen administrasi yang meliputi komponen manajemen, organisasi, maupun kegiatan operasional”. Berdasarkan pengertian diatas dapat diartikan bahwa administrasi dalam arti sempit adalah kegiatan pengolahan data dan informasi yang meliputi kegaiatan catat-mencatat, surat-menyurat, pembukuan secara tertulis yang diperlukan oleh suatu organisasi.

Berdasarkan pengertian para ahli dapat di simpulkan bahwsanya konsep administrasi dalam arti sempit ialah suatu tindakan ataupun kegiatan yang berhubungan dengan database atau pun cata mencatat arsip dan informasi yang dimiliki oleh sebuah organisasi ataupun instansi  sesuai kebutuhan

 

Paradigma Old Public Administration dalam konteks Manajemen Kontemporer

Paradigma Old Public admnistaration merupakan paradigma yang berkembang pada awal kelahiran ilmu administrasi negara. Tokoh paradigma ini adalah antara lain adalah pelopor berdirinya ilmu administrasi negara Woodrow Wilson dengan karyanya “The Study of Administration”(1887) serta F.W. Taylor dengan bukunya “Principles of Scientific Management” Dalam bukunya ”The Study of Administration”, Wilson berpendapat bahwa problem utama yang dihadapi pemerintah eksekutif adalah rendahnya kapasitas administrasi. Untuk mengembangkan birokrasi pemerintah yang efektif dan efisien, diperlukan pembaharuan administrasi pemerintahan dengan jalan meningkatkan profesionalisme manajemen administrasi negara maka Untuk itu, diperlukan ilmu yang diarahkan untuk melakukan reformasi birokrasi dengan mencetak aparatur publik yang profesional dan non-partisan, namun Karena itu, tema dominan dari pemikiran Wilson adalah aparat atau birokrasi yang netral dari politik.

Administrasi negara harus didasarkan pada prinsip prinsip manajemen ilmiah dan terpisah dari hiruk pikuk kepentingan politik sedangkan Frederick W.Taylor dalam bukunya  ”Principles of Scientific Management (1911) mencetuskan pendekatan baru dalam administrasi yang mana Taylor adalah pakar manajemen ilmiah yang mengembangkan pendekatan baru dalam manajemen pabrik di sector swasta – Time and Motion Study. Metode ini menyebutkan ada cara terbaik untuk melaksanakan tugas tertentu. Manajemen ilmiah dimaksudkan untuk meningkatkan output dengan menemukan metode produksi yang paling cepat, efisien, dan paling tidak melelahkan.Jika ada cara terbaik untuk meningkatkan produktivitas di sector industri, tentunya ada juga cara sama untuk organisasi public.Wilson berpendapat pada hakekatnya bidang administrasi adalah bidang bisnis, sehingga metode yang berhasil di dunia bisnis dapat juga diterapkan untuk manajemen sektor publik. Lalu di paradigm ini juga ada tokoh lain sepeti Weber. Weber mengemukakan ciri-ciri struktur birokrasi yang meliputi hirarki kewenangan, seleksi dan promosi berdasarkan merit system, aturan dan regulasi yang merumuskan prosedur dan tanggungjawab kantor, dan sebagainya. Karakteristik ini disebut sebagai bentuk kewenangan yang legal rasional yang menjadi dasar birokrasi modern.

Jadi Old Public Administration dalam konteks Manajemen kontemporer adalah suatu paradigm ataupun system yang berkaitan dengan system administrasi bisnis yang mana beroreintasi terhadap hasil kineja dan proses yang dilakukan berdasarakan strategi yang telah di tetapkan yang berasal dari kegelisahan dengan system peyalanan atau administrasi yang selalu berhubungan dnegan politik sehingga di cetuskan lah suatu paradigm dan konsep baru yang ana dapat menjadi penghalang agar politik tidak bisa mempengaruhi administrasi untuk di tuntun lah administrator untuk profesionalitas dalam bekerja dan Administrasi birokrasi dapat berjalan layaknya Administrasi dalam bidang bisinis

Selanjutnya dapat di tarik kesimpulan yang cukup menarik dimana paradigma Old Public administration memilki hubungan dengan manjemen Kontemporer yang bersangkutan dengan pengoptimalan knerja dan hasil produksi yang berasal dari strategi dan kerjasam antar berbagai bidang lalu menjunjung profesionalisme  dan pada  paradigma Old Public Administration sangat berkaitan dengan system manajemen administrasi bisnis yang telah di katakan oleh taylor bahwsanya setiap administrasi adalah  administrasi bisnis maka dapat juga di terapkan dalam administarasi lainya tak terkecuali di administrasi birokrasi

Kinerja Birokrasi di era Desentralisasi

Kinerja birokrasi yang terjadi akibat adanya desentralisasi ialah kinerja yang lebih dekat dengan pemerintah daerah dan setiap kebijakan yang di hasilkan lebih berorientasi terhadap rakyat sehingga setiap kinerja birokrasi langsung dirasakan oleh rakyat ,  namun hal ini mengakibatkan beberapa hasil yang berbeda jika di lihat dari sudut pandang pelayanan birokrasi akan lebih efektif dalam setiap pelayanan nya di karenakan tidak dibutuhkan lagi persetujuan ke pusat sehingga hal ini lebih memudahkan dan mengfektifkan setiap urusan namun hal ini juga menimbulkan permainan birokrasi seperti suap menyuap atau KKN yang timbul dikarenakan kewenangan yang lebih di berikan ke daerah ditambah lagi kurang nya perhatian pusat terhadap kinerja birokrasi daerah

 Kinerja birokrasi dalam sudut  pandang akuntabilitas di era Desentralisasi ialah dimana Aparat birokrasi dalam pengimplementasian kebijakan seringkali masih menerapkan standar nilai atau norma maupun etika secara sepihak, seperti pemberian pelayanan yang hanya berdasarkan pada juklak (petunjuk dan pelaksanaan) sehingga kecenderungan yang terjadi adalah lemahnya komitmen aparat birokrasi untuk akuntabel terhadap masyarakat yang dilayaninya. Salah satu faktor penyebab yang menjadikan rendahnya tingkat akuntabilitas birokrasi adalah terlalu amannya proses budaya intervensi atasan yang mana mengakibatkan aparat birokrasi untuk selalu melihat ke atas. Selama ini aparat birokrasi telah terbiasa lebih mementingkan kepentingan pimpinan daripada kepentingan masyarakat pengguna jasa. Birokrasi tidak pernah merasa bertanggung jawab kepada publik, melainkan bertanggung jawab kepada pimpinan atau atasannya, yang jika di lihat secara konsep akuntabiltas menurut ahli Akuntabilitas adalah ukuran yang menunjukan apakah aktivitas birokrasi publik atau pelayanan yang dilakukan oleh pemerintah sudah sesuai dengan norma dan nilai-nilai yang dianut oleh rakyat dan apakah pelayanan publik tersebut mampu mengakomodasi kebutuhan rakyat sesungguhnya (Kumorotomo,2005:3-4) , namun pada nyata hal ini jauh dari semestinya ditambah lagi dengan perbedaan dan kewenangan setiap pemerintahan terkadang hal ini makin memberi kewenangan pemerintah daerah terlihat sembarangan dalam pelayanan dan kinerjanya hingga melupakan orientasi awalnya yaitu kesejahteraan rakyat

 

 

.

 

 

Daftar Pustaka

Anggara, Sahya, 2012. Ilmu administrasi Negara. Bandung: CV Pustaka Setia

Ayub, M. 2007. Manajemen Masjid. Jakarta: Gema Insani

Kumorotomo , wahyudi.2005 Etika Administrasi Negara .PT RajaGrafindo Persada ,Jakarta

Nawawi, Ismail. 2009. Prilaku Administrasi Kajian,Teori dan Praktis,. Surabaya: ITSPers.

Silalahi, Ulbert. Studi Tentang Ilmu Administrasi. Bandung : Sinar Baru Algesindo. 2013

Siagian, Sondang P, 2008. Filsafat Administrasi. Jakarta: PT Bumi Askara

Soewarno, Handayaningrat, 2002. Pengantar Studi Ilmu Administrasi dan Manajemen. Jakarta: CV Haji Masagung.

Taylor. Frederick Winslow, "The Principles of Scientific Management", New York: Cosimo, 2006.

The Liang Gie. 2009. AdministrasiPerkantoran Modern. Yogyakarta: Liberty.

William.H.Newman., ( 1975). Administration in Action. Englewood Chift, NJ :Prentice-Hall

White, Leonard D. Introduction To The Study Of Public Administration. Fourth Edition. The Mc Millan Co. New York.1958

 

 

  NAMA                                    : Dedek Kamaruddin NIM                                         : 1707903034 JURUSAN/STAMBUK   ...