NAMA
: Dedek
Kamaruddin
NIM : 1707903034
JURUSAN/STAMBUK
: Administrasi Publik / 2017
MATA KULIAH : Teori Administrasi Publik
- Jelaskan
definisi administrasi dalam arti luas
- Jelaskan
definisi administrasi dalam arti sempit
- Jelaskan
paradigma Old Public Administration dalam konteks manajemen publik kontemporer
- Jelaskan
bagaimana kinerja birokrasi di era Desentralisasi
Definisi Adminitrasi Dalam Arti
Luas
Secara
etimologis atau asal kata, administrasi berasal dari Bahasa Inggris “administration”,
dengan bentuk infinitifnya to administer yang diartikan sebagai to manage
(mengelola). Administrai juga dapat berasal dari Bahasa Belanda
“administratie”, yang memiliki pengertian mencakup tata usaha, manajemen dari
kegiatan organisasi, manajemen sumber daya. Dari pengertian tersebut,
administrasi mempunyai pengertian dalam arti sempit dan arti yang luas.Dalam
artia lias administrasi di artika dalam bentuk kerja sama antara satu atau dua
orang lebih yang memiliki tuujuan dan visi yang sama
Administrasi diartikan sebagai suatu
proses pengorganisasian sumber-sumber sehingga tugas pekerjaan dalam organisasi
tingkat apa pun dapat dilaksanakan dengan baik.
Proses administrasi akan melaksanakan tiga fungsi utama yang
berhubungan erat dengan tiga tingkatan umum dalam hierarki formal. Di
tingkat atas, yaitu fungsi pengarahan organisasi, terutama
berkaitan dengan proses perencanaan jangka panjang dari suatu
tujuan yang akan dicapai. Di tingkat menengah, yaitu fungsi manajemen
organisasi, terutama berkaitan dengan upaya mempertahankan
organisasi sebagai suatu pekerjaan yang terus berlangsung lama,
ilim yang diperlukan oleh staf teknis atau profesional yang
terlibat dalam proses produksi (hasil),
Di tingkat bawah adalah fungsi pengawas. Dalam kontak
langsung dengan pekerja-pekerja profesional dan teknis, fungsi pengawasan
mengarahkan penggunaan sumbersumber serta menjalin agar kegiatan-kegiatan
profesional dan teknis dilaksanakan sesuai dengan standar yang telah
ditetapkan. (
Sahya Angara ,2012, hal 11)
Handayaningrat
dalam bukunya Pengantar Studi Ilmu Administrasi dan Manajemen (2002:2).
Administrasi dalam arti luas yaitu : Leonard D. White dalam bukunya
Introduction to The Study of Public Administration mengatakan :Administration
is a process common to all group effort, public or private, civil or military,
large scale or small scale... etc. (Administrasi adalah suatu proses yang pada
umumnya terdapat pada semua usaha kelompok, negara, swasta, sipil, atau
militer, usaha besar atau kecil, dan sebagainya).
Di
dalam proses administrasi pada umumnya memerlukan dua orang atau lebih dan
kelompok yang terdiri dari kelompok-kelompok yang berada dalam suatu negara,
yang bekerja di bidang swasta, bidang sipil atau bidang militer yang bekerja
sama dalam suatu organisasi untuk mencapai tujuan yang ditentukan sebelumnya.
William H. Newman dalam bukunya Administrative Action mengemukakan bahwa :
Administration has been defined as the guidance, and leadership and control of
the effort of a group of individuals towards some common goal. (Administrasi
didefinisikan sebagai bimbingan, kepemimpinan, dan pengawasan dari usaha-usaha
kelompok individu-individu guna tercapainya tujuan bersama).
Definisi
tersebut menjelaskan administrasi memerlukan sebuah kerja sama antara dua orang
atau lebih ataupun kelompok-kelompok kepentingan tertentu yang mengadakan
pertemuan antar kelompok-kelompok tertentu agar dapat menyelesaikan tujuan
bersama. The Liang Gie (2009:9) dalam bukunya adminstrasi perkantoran modern
mengatakan bahwa : “Administrasi secara luas adalah serangkaian kegiatan yang
dilakukan oleh sekelompok orang dalam suatu kerjasama untuk mencapai tujuan
tertentu.” Administrasi secara luas tersebut menjelaskan bahwa serangkaian
kegiatan yang memerlukan proses kerja sama dan bukan merupakan hal yang baru
karena dia telah timbul bersama-sama dengan timbulnya peradaban manusia.
Menurut
Siagian (2008:2) dalam buku Filsafat Administrasi mengatakan: “Administrasi
adalah satu keseluruan proses kerjasama antara dua orang manusia atau lebih
yang didasarkan atas rasionalitas tertentu untuk mencapai tujuan yang telah
ditentukan sebelumnya.” Jadi, dapat disimpulkan dari beberapa pengertian
tentang administrasi oleh pendapat para ahli di atas bahwa pada dasarnya
administrasi merupakan kegiatan dua orang manusia atau lebih yang didasarkan
atas rasionalitas tertentu melalui suatu kerjasama di dalam suatu organisasi
untuk mencapai suatu tujuan yang telah ditentukan sebelumnya.
Pengertian
administrasi dalam arti luas menurut ahli lainnya, yaitu Ismail Nawawi (
2009:35). mengatakan bahwa: “administrasi dalam arti luas adalah proses
rangkaian kegiatan terhadap pekerjaan pokok yang dilakukan oleh sekelompok
orang secara dinamis dalam kerjasama dengan pola pembagian kerja untuk mencapai
sasaran dan tujuan tertentu yang rasional, secara efektif dan efisien”.
Pendapat dari Ismail Nawawi ada kesamaan dengan pendapat dari Sondang P.
Siagian mengenai kerja sama yang dilakukan untuk mecapai suatu tujuan bersama.
Berdasarkan
pengertian mengenai administrasi menurut para ahli, administrasi dalam arti
luas dapat dikatakan sebagai proses kerjasama yang meliputi sebuah system melibatkan
sedikitnya dua orang atau lebih untuk mecapai saasaran atau tujuan yang sudah
ditentukan sebelum mereka memulai kegiatan
Administrasi dalam Arti sempit
Istilah
administrasi sering kita dengar terlebih dalam bidang yang berurusan dengan
catat-mencatat, pembukuan, surat-menyurat, pembuatan agenda, dan sebagainya
Tata usaha juga sering diartikan sebagai kegiatan yang berkaitan dengan tulis
menulis/mencatat, menggandakan,
menyimpan, atau yang dikenal dengan clerical work (Silalahi, 2013 : 5).
Ilmu mengenai administrasi dalam instansi pemerintahan atau suatu perusahaan
sangat diperlukan untuk menunjang dalam pelaksanaan kegiatan pemerintah atau
perusahaan. Apabila dalam suatu instansi pengelolaan administrasinya baik ,maka
instansi tersebut juga akan dapat berjalan dengan baik.Maka untuk itu dalam
konsep nya administrasi memilki berbagai tafsiran yang berbeda jika di lihat
dari sudut pandang sempit , yang mana sudah di cetuskan oleh beberapa ahli Menurut
Handayaningrat (2002:2) dalam bukunya Pengantar Studi Ilmu Administrasi dan
Manajemen sebagai berikut : Administrasi secara sempit berasal dari kata
Administratie (bahasa Belanda) yaitu meliputi kegiatan cata-mencatat,
suratmenyurat, pembukuan ringan, ketik-mengetik, agenda dan sebagainya yang
bersifat teknis ketatausahaan (clerical work). Dari definisi tersebut dapat
disimpulkan administrasi dalam arti sempit merupakan kegiatan ketatausahaan
yang meliputi kegiatan cata-mencatat, surat-menyurat, pembukuan dan pengarsipan
surat serta hal-hal lainnya yang dimaksudkan untuk menyediakan informasi serta
mempermudah memperoleh informasi kembali jika dibutuhkan
Pengertian
administrasi dalam arti sempit menurut Prajudi Atmosudirdjo (dalam Ayub,
2007:30) adalah “tata usaha atau office work yang meliputi kegiatan
catat-mencatat, tulismenulis, mengetik, korespodensi, kearsipan, dan
sebagainya”. Selain menurut Prajudi Atmosudirdjo ada pendapat lain mengenai
administrasi dalam arti sempit. Menurut Ismail Nawawi (2009:33) administrasi
dalam arti sempit adalah “mencatat setiap komponen administrasi yang meliputi
komponen manajemen, organisasi, maupun kegiatan operasional”. Berdasarkan pengertian
diatas dapat diartikan bahwa administrasi dalam arti sempit adalah kegiatan
pengolahan data dan informasi yang meliputi kegaiatan catat-mencatat,
surat-menyurat, pembukuan secara tertulis yang diperlukan oleh suatu
organisasi.
Berdasarkan
pengertian para ahli dapat di simpulkan bahwsanya konsep administrasi dalam
arti sempit ialah suatu tindakan ataupun kegiatan yang berhubungan dengan
database atau pun cata mencatat arsip dan informasi yang dimiliki oleh sebuah
organisasi ataupun instansi sesuai
kebutuhan
Paradigma Old Public Administration
dalam konteks Manajemen Kontemporer
Paradigma
Old Public admnistaration merupakan paradigma yang berkembang pada awal
kelahiran ilmu administrasi negara. Tokoh paradigma ini adalah antara lain
adalah pelopor berdirinya ilmu administrasi negara Woodrow Wilson dengan
karyanya “The Study of Administration”(1887) serta F.W. Taylor dengan bukunya
“Principles of Scientific Management” Dalam bukunya ”The Study of
Administration”, Wilson berpendapat bahwa problem utama yang dihadapi
pemerintah eksekutif adalah rendahnya kapasitas administrasi. Untuk
mengembangkan birokrasi pemerintah yang efektif dan efisien, diperlukan
pembaharuan administrasi pemerintahan dengan jalan meningkatkan profesionalisme
manajemen administrasi negara maka Untuk itu, diperlukan ilmu yang diarahkan
untuk melakukan reformasi birokrasi dengan mencetak aparatur publik yang
profesional dan non-partisan, namun Karena itu, tema dominan dari pemikiran
Wilson adalah aparat atau birokrasi yang netral dari politik.
Administrasi
negara harus didasarkan pada prinsip prinsip manajemen ilmiah dan terpisah dari
hiruk pikuk kepentingan politik sedangkan Frederick W.Taylor dalam bukunya ”Principles of Scientific Management (1911)
mencetuskan pendekatan baru dalam administrasi yang mana Taylor adalah pakar
manajemen ilmiah yang mengembangkan pendekatan baru dalam manajemen pabrik di
sector swasta – Time and Motion Study. Metode ini menyebutkan ada cara terbaik
untuk melaksanakan tugas tertentu. Manajemen ilmiah dimaksudkan untuk
meningkatkan output dengan menemukan metode produksi yang paling cepat,
efisien, dan paling tidak melelahkan.Jika ada cara terbaik untuk meningkatkan
produktivitas di sector industri, tentunya ada juga cara sama untuk organisasi
public.Wilson berpendapat pada hakekatnya bidang administrasi adalah bidang
bisnis, sehingga metode yang berhasil di dunia bisnis dapat juga diterapkan
untuk manajemen sektor publik. Lalu di paradigm ini juga ada tokoh lain sepeti Weber.
Weber mengemukakan ciri-ciri struktur birokrasi yang meliputi hirarki
kewenangan, seleksi dan promosi berdasarkan merit system, aturan dan regulasi
yang merumuskan prosedur dan tanggungjawab kantor, dan sebagainya.
Karakteristik ini disebut sebagai bentuk kewenangan yang legal rasional yang
menjadi dasar birokrasi modern.
Jadi
Old Public Administration dalam konteks Manajemen kontemporer adalah suatu
paradigm ataupun system yang berkaitan dengan system administrasi bisnis yang mana
beroreintasi terhadap hasil kineja dan proses yang dilakukan berdasarakan
strategi yang telah di tetapkan yang berasal dari kegelisahan dengan system
peyalanan atau administrasi yang selalu berhubungan dnegan politik sehingga di
cetuskan lah suatu paradigm dan konsep baru yang ana dapat menjadi penghalang
agar politik tidak bisa mempengaruhi administrasi untuk di tuntun lah
administrator untuk profesionalitas dalam bekerja dan Administrasi birokrasi
dapat berjalan layaknya Administrasi dalam bidang bisinis
Selanjutnya
dapat di tarik kesimpulan yang cukup menarik dimana paradigma Old Public
administration memilki hubungan dengan manjemen Kontemporer yang bersangkutan
dengan pengoptimalan knerja dan hasil produksi yang berasal dari strategi dan
kerjasam antar berbagai bidang lalu menjunjung profesionalisme dan pada
paradigma Old Public Administration sangat berkaitan dengan system
manajemen administrasi bisnis yang telah di katakan oleh taylor bahwsanya setiap
administrasi adalah administrasi bisnis
maka dapat juga di terapkan dalam administarasi lainya tak terkecuali di
administrasi birokrasi
Kinerja Birokrasi di era
Desentralisasi
Kinerja
birokrasi yang terjadi akibat adanya desentralisasi ialah kinerja yang lebih
dekat dengan pemerintah daerah dan setiap kebijakan yang di hasilkan lebih
berorientasi terhadap rakyat sehingga setiap kinerja birokrasi langsung dirasakan
oleh rakyat , namun hal ini
mengakibatkan beberapa hasil yang berbeda jika di lihat dari sudut pandang
pelayanan birokrasi akan lebih efektif dalam setiap pelayanan nya di karenakan
tidak dibutuhkan lagi persetujuan ke pusat sehingga hal ini lebih memudahkan
dan mengfektifkan setiap urusan namun hal ini juga menimbulkan permainan birokrasi
seperti suap menyuap atau KKN yang timbul dikarenakan kewenangan yang lebih di
berikan ke daerah ditambah lagi kurang nya perhatian pusat terhadap kinerja
birokrasi daerah
Kinerja birokrasi dalam sudut pandang akuntabilitas di era Desentralisasi
ialah dimana Aparat birokrasi dalam pengimplementasian kebijakan seringkali
masih menerapkan standar nilai atau norma maupun etika secara sepihak, seperti
pemberian pelayanan yang hanya berdasarkan pada juklak (petunjuk dan
pelaksanaan) sehingga kecenderungan yang terjadi adalah lemahnya komitmen aparat
birokrasi untuk akuntabel terhadap masyarakat yang dilayaninya. Salah satu
faktor penyebab yang menjadikan rendahnya tingkat akuntabilitas birokrasi
adalah terlalu amannya proses budaya intervensi atasan yang mana mengakibatkan
aparat birokrasi untuk selalu melihat ke atas. Selama ini aparat birokrasi
telah terbiasa lebih mementingkan kepentingan pimpinan daripada kepentingan
masyarakat pengguna jasa. Birokrasi tidak pernah merasa bertanggung jawab
kepada publik, melainkan bertanggung jawab kepada pimpinan atau atasannya, yang
jika di lihat secara konsep akuntabiltas menurut ahli Akuntabilitas adalah
ukuran yang menunjukan apakah aktivitas birokrasi publik atau pelayanan yang
dilakukan oleh pemerintah sudah sesuai dengan norma dan nilai-nilai yang dianut
oleh rakyat dan apakah pelayanan publik tersebut mampu mengakomodasi kebutuhan
rakyat sesungguhnya (Kumorotomo,2005:3-4) , namun pada nyata hal ini jauh dari
semestinya ditambah lagi dengan perbedaan dan kewenangan setiap pemerintahan
terkadang hal ini makin memberi kewenangan pemerintah daerah terlihat
sembarangan dalam pelayanan dan kinerjanya hingga melupakan orientasi awalnya
yaitu kesejahteraan rakyat
.
Daftar Pustaka
Anggara,
Sahya, 2012. Ilmu administrasi Negara. Bandung: CV Pustaka Setia
Ayub,
M. 2007. Manajemen Masjid. Jakarta: Gema Insani
Kumorotomo
, wahyudi.2005 Etika Administrasi Negara .PT RajaGrafindo Persada ,Jakarta
Nawawi,
Ismail. 2009. Prilaku Administrasi Kajian,Teori dan Praktis,. Surabaya:
ITSPers.
Silalahi,
Ulbert. Studi Tentang Ilmu Administrasi. Bandung : Sinar Baru Algesindo. 2013
Siagian,
Sondang P, 2008. Filsafat Administrasi. Jakarta: PT Bumi Askara
Soewarno, Handayaningrat, 2002.
Pengantar Studi Ilmu Administrasi dan Manajemen. Jakarta: CV Haji Masagung.
Taylor. Frederick Winslow, "The
Principles of Scientific Management", New York: Cosimo, 2006.
The
Liang Gie. 2009. AdministrasiPerkantoran Modern. Yogyakarta: Liberty.
William.H.Newman.,
( 1975). Administration in Action. Englewood Chift, NJ :Prentice-Hall
White, Leonard D. Introduction To The
Study Of Public Administration. Fourth Edition. The Mc Millan Co. New York.1958
Tidak ada komentar:
Posting Komentar